14 Hari Layar Perdana, 130 Taruna AAL Kembali dari Pelayaran Pra Jalasesya



Surabaya
MediacyberOne
Jawa Timur

Editor : Erizal

Setelah 14 hari melaksanakan latihan praktek layar perdana Pra Jalasesya, 130 Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Tingkat l Angkatan ke-69 yang berlayar menggunakan KRI Dewaruci dan KRI Surabaya-591 tiba kembali di Pangkalan Surabaya, setelah berlayar rute Surabaya-Tarakan-Surabaya, Selasa (30/3).

Kedatangan mereka di pangkalan Surabaya disambut Gubernur AAL Laksamana Muda TNI Tunggul Suropati, S.E.,M.Tr (Han) bersama Ibu Asuh Taruna AAL, Ny. dr.Nita Tunggul Suropati, Panglima Koarmada ll Laksda TNI ING. Sudihartawan beserta ibu, Pejabat Utama Koarmada ll dan Pejabat Utama AAL lainnya.

Gubernur AAL mengucapkan terima kasih kepada Panglima Koarmada ll, Komandan KRI Dewaruci dan Komandan KRI Surabaya-591 atas dukungan pelaksanaan Lattek pelayaran Taruna AAL yang telah menyiapkan KRI, mulai dari keberangkatan hingga penyambutan KRI sekembalinya dari pelayaran Pra Jalasesya yang sangat luar biasa ini.

Menurutnya, Lattek Pelayaran Pra Jalasesya ini merupakan pelayaran pertama bagi Taruna Tingkat l, guna memberikan gambaran kehidupan di KRI, memperkenalkan aturan dinas dalam, peran-peran yang dilakukan di kapal perang saat sandar maupun berlayar, sehingga diharapkan dapat memberikan gambaran Korps apa yang akan dipilih nantinya.

“Melalui latihan Pra Jalasesya ini, saya berharap para Taruna mampu menghayati bahwa laut merupakan media pemersatu bangsa, dimana TNI AL mempunyai tugas menjaga dan mengamankannya, melalui latihan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan jiwa bahari pada setiap pribadi Taruna, oleh karena itu manfaatkanlah setiap kegiatan dengan sebaik-baiknya,” pesan Gubernur AAL.

Selain itu, Gubernur AAL juga mengingatkan para Taruna yang baru tiba dari Lattek bahwa wabah Coronavirus Disease (Covid-19) belum berakhir, jadi perlakuan Koarmada ll terhadap KRI dan personel yang baru tiba di pangkalan, dengan pemeriksaan yang ketat baik suhu tubuh, pemberian hand sanitizer dan masuk bilik disinfektan, merupakan bagian dari prosedur yang harus dijalankan dalam memutus penyebaran Covid-19 ini.

“Terkait dengan wabah Covid-19 ini, kita perlu komitmen bersama, semangat bersama, perlu disiplin bersama untuk menjaga diri masing-masing agar tidak tertular dan masuk ke satuan, sehingga aturan yang sudah disampaikan tentang pencegahan virus ini dengan penerapan pola hidup sehat, sosial dan physical distancing, agar dicamkan dan dilaksanakan sepenuhnya,” terangnya.

Sumber : Kabagpen AAL,
Letkol Laut (KH) Rohman Arif, S.Sos.

 1,817 total views,  2 views today