Peringati Hari Juang Kartika TNI- AD Tahun 2021, Kodim 0910/Malinau Gelar Bakti Sosial Donor Darah.



Malinau
MexiacyberOne
Kodiim 0910/Mln

Editor : Erizal

Dalam rangka memperingati Hari Juang Kartika (HJK) TNI-AD Tahun 2021, Kodim 0910/Malinau menggelar kegiatan Bakti Sosial donor darah, bertempat di ruang Laboratorium RSUD Malinau Jalan Respen Tubu, Desa Respen Tubu, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, Kamis ( 09/12/2021).

Kegiatan tersebut dilaksanakan Kodim 0910/Malinau bekerjasama dengan PMI Kabupaten Malinau, di dampingi Poskes 06.10.06 Malinau, yang diikuti oleh anggota Kodim 0910/Malinau dan Koramil jajaran serta PNS, anggota batalyon Infanteri 614/Raja Pandhita, anggota Polres Malinau, anggota Brimob Malinau, anggota Sat-pol PP, anggota Damkar serta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang LVII Dim 0910/Malinau.

Komandan Kodim 0910/Malinau Letkol Inf Sofwan Nizar S.Sos.,M.Han mengatakan, bahwa kegiatan ini dalam rangka Hari Juang Kartika TNI AD tahun 2021.

“Donor darah ini kami laksanakan dalam rangka memperingati Hari Juang Kartika TNI AD tahun 2021. Semoga kegiatan Bakti Sosial ini bisa menambah jumlah stok darah di PMI dan bisa dimanfaatkan untuk masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Malinau, ” ujar Dandim.

Lebih lanjut Dandim menambahkan, “Kegiatan Baksos donor darah ini sebagai wujud kepedulian kita untuk mendukung program kemanusian.”

“Karena setetes darah dapat menyelamatkan nyawa bagi sesama dan diharapkan dengan adanya kegiatan ini juga dapat memberikan nilai positif dan memotivasi masyarakat untuk lebih peduli pada nilai-nilai kemanusiaan, ” ujarnya .

Sumber : Pendim 0910

 68 total views,  68 views today

Forkopimda Kabupaten Kampar Gelar Rapat Koordinasi Untuk Percepatan Vaksinasi Covid-19

Sumber:Dokuntasi

 

Riau,, Media Cyberone.com    BANGKINANG KOTA, – Rabu malam (08/12/2021) sekira pukul 20.30 Wib, bertempat di Kantor LPTQ Kabupaten Kampar Jl. Prof M. Yamin SH Bangkinang Kota digelar Rapat Koordinasi Percepatan Vaksinasi Covid-19 di wilayah Kabupaten Kampar.

Rapat Koordinasi ini dihadiri Bupati Kampar yang diwakili Sekretaris Daerah Drs. H. Yusri M.Si, Kapolres Kampar AKBP Rido Purba SIK, MH, Dandim 0313/KPR Letkol Inf Leo Octavianus M. Sinaga S.Sos, MI. Pol, Danyonif 132/BS Letkol M. Syafi’i Nasution, Wakapolres Kampar Kompol Rachmat M. Salihi SIK, MH.

Juga hadir Kepala OPD Jajaran Pemkab Kampar, Kepala Kantor Kemenag Kab. Kampar serta para camat dan Upika yang mengikuti secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting.

Diawal pertemuan ini, Kapolres Kampar AKBP Rido Purba memberikan sambutannya dan menyampaikan ucapan terimakasih kepada para undangan yang hadir dalam Rapat Koordinasi Percepatan Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Kampar ini.

“Saya berharap kerjasama dan dukungan dari pihak terkait dan seluruh stakeholder, untuk ikut berperan aktiv mengajak masyarakat agar mengikuti Vaksinasi Covid-19 guna mengatasi Pandemi ini”.

“Mari kita sama-sama mendukung untuk Pencapaian Target Vaksinasi sebesar 70 persen atau lebih, dan diutamakan Dosis I”.

Lebih lanjut disampaikan Kapolres, “Kami telah menerapkan untuk pelayanan masyarakat yang akan mengurus SIM, SKCK maupun Keperluan lainnya, dengan persyaratkan telah di-Vaksin serta menunjukan Kartu Vaksinnya, hendaknya kebijakan ini juga dilaksanakan bagi instansi lainnya termasuk di Desa”.

Selain itu, Jangan sampai terjadi Vaksin sudah dilakukan kepada masyarakat, tetapi Data belum masuk atau belum di input, ujar Kapolres.

Pada kesempatan ini Sekda Kampar Drs. H. Yusri. M.Si meminta kepada Para Camat dan Kepala Desa Se-kabupaten Kampar, agar mengajak seluruh warga yang belum divaksin untuk segera mengikuti vaksinasi.

Untuk masyarakat penerima bantuan sosial dari pemerintah wajib divaksin, bagi mereka yang tidak melakukan Vaksinasi maka bantuan akan dihentikan. Mari bersama kita Sosialisakan pentingya Vaksinasi ini sebagai upaya untuk mengatasi Pandemi ini, Ujar Yusri.

“Setiap desa ditargetkan minimal 60 orang yang di Vaksin perharinya, dan target pelaksanaan Vaksinasi untuk setiap desa harus mencapai 70 persen atau lebih hingga akhir tahun 2021 ini”.

Kepada Para Camat dan kepala Desa se-Kab Kampar wajib mendata ulang masyarakat yang sudah divaksin dan yang belum divaksin, guna memudahkan pelaksanaan vaksinasi dan percepatan vaksinasi, untuk mengejar target yang telah di tentukan.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kab Kampar Alfian M.Ag pada kesempatan ini menyampaikan, bahwa pihaknya telah melaksanakan vaksin di beberapa pesantren.

Kami berharap dukungan dari Pihak Kepolisian maupun Pemda Kampar untuk menyukseskan Vaksinasi di pesantren yang ada di Kabupaten Kampar. Kami juga sudah Menyurati Sekolah agama yang ada di Kabupaten Kampar agar semua siswanya di Vaksin, ujar Alfian.

Rapat koordinasi Percepatan Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Kampar ini berakhir sekira pukul 21.50 Wib, dan berjalan lancar dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.(Red)

 

EDITOR : FM

 174 total views,  174 views today

Polres Kuansing bersama Satgas Penanganan Covid-19 tetap melakukan PPKM Level II di Kab.Kuantan Singingi.

sumber:Kasi Humas Polresta Kuansing 

 

Riau, Media Cyberone.com                  Taluk Kuantan, – Polres Kuansing melaksanakan Apel bersama dalam rangka Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level II oleh Satgas Penanganan Covid-19 Sabtu (04/12/2021) malam pukul 22.30 wib, bertempat di Halaman Mapolsek Kuantan Tengah Polres Kuansing.

Dalam kegiatan tersebut Apel dipimpin oleh Waka Polres Kuansing Kompol Antoni Lumban Gaol SH.,MH dan dihadiri oleh Kabag Ops
Kompol Erde Dianto, SH, Kapolsek Kuantan Tengah AKP Pridolin Nababan SH, Kasat Reskrim AKP Boy Marudut Tua SH, Kanit Intelkam Polsek Kuantan Tengah AKP Feri Wardi, KBO Sat IK Ipda Irmansyah,KBO Sat Sabhara Polres Ipda Jumario, Perwira Polres Kuansing, Personil Gabungan Polres dan Polsek Kuantan Tengah Polres Kuansing 45 orang ,Personil TNI 3 orang, Personil Sat Pol PP 7 orang.

Kapolres Kuansing AKBP Rendra Oktha Dinata SIK.,M.Si melalui Waka Polres Kompol Antoni L. Gaol SH.,MH dalam arahannya menyampaikan,Terima Kasih kepada seluruh Personil yang telah hadir malam ini dalam pelaksanaan apel persiapan pemberian himbauan, tetap jaga kesehatan, patuhi Prokes dan Persiapan menjelang Nataru.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk tindak lanjut arahan Presiden dan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 61 tahun 2021 tentang pemberlakuan PPKM level 2 dalam rangka penanganan dan pencegahan penyebaran pandemi covid 19, Kita bersyukur tingkat penyebaran covid-19 saat ini sudah berkurang tapi kita tetap menjaga dan mematuhi Prokes,”ungkap Waka Polres

Para Personil yang melaksanakan tugas agar Memberikan Edukasi kepada masyarakat, Pedagang maupun pembeli dengan baik dan ramah, bertindak secara Humanis kepada pengunjung maupun masyarakat serta hindari tindakan yang kontra produktif dilapangan.

Kabupaten Kuansing saat ini masuk pada Level II dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat untuk Vaksinasi dan saat ini Pemda Kuansing sedang menggesa pengajuan vaksin ke Dinas Kesehatan Provinsi.

Adapun lokasi kegiatan Patroli dan Himbauan yang didatangi adalah Kedai Cofe Kopicovi Kel. Simpang 3 Kec. Kuantan Tengah,Kedai Coffee Akar Rumput Kec. Kuantan Tengah,Warung Sarapan pagi nasi goreng Sitra,Warung nasi goreng kiray Desa Koto Taluk Kec. Kuantan Tengah,Terminal Taluk Kuantan Kec. Kuantan Tengah,Zona Cafe Jl. Linggar Jati,Kedai Kopi Teras Caghonti Kel. Simpang 3, Para pegunjung dan pedagang ditaman Jalur Teluk Kuantan. sedangkan
kegiatan Penyekatan Nihil

Adapun tindakan yang dilakukan dalam kegiatan tersebut berupa:
– Himbauan pembatasan aktifitas di luar rumah Mulai Pukul 21.00 Wib s/d 00.00 Wib. – Melaksanakan Himbauan 6M Protokol Kesehatan dengan
Menggunakan masker, Mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir,
Menjaga jarak,
Menjauhi kerumunan,
Membatasi mobilitas dan interaksi keluar rumah, Melarang kegiatan makan bersama, Menyampaikan dan mengingatkan kepada pelaku usaha agar tidak melayani Pengunjung / Pembeli untuk makan / minum ditempat dari Pukul 21.00 wib s/d 00.00 wib dan bila ada masyarakat yg belanja agar belanjaannya dibungkus dan dibawa pulang kerumahnya ( take away).

Mencatat Teguran terhadap Pelanggar yang tidak memakai Masker dan Melanggar Prokes Covid-19 sebanyak 13 orang Pelaku Usaha/
Pembeli,selanjutnya kegiatan selesai pada pukul 24.00 wib, dan selanjutnya dilakukan Apel
Konsolidasi yang dipimpin oleh Kabag Ops Polres Kuansing.

Red:.                                                        Editor: Ardi

 1,283 total views,  322 views today

Apel Kasatwil, Kapolri Minta Capaian Positif Penanganan Covid Dipertahankan Hingga Kebiasaan Untuk Berbuat Baik

Apel Kasatwil, Kapolri Minta Capaian Positif Penanganan Covid Dipertahankan Hingga Kebiasaan Untuk Berbuat Baik

Media Cyberone.com                            BALI – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan beberapa hal penting dalam Apel Kasatwil Polri. Dihadapan personel, Ia meminta agar capaian pengendalian pandemi Covid-19 yang sudah sangat baik terus dipertahankan. Atas hal ini, Kapolri mengapresiasi seluruh kerja keras personel Polri dalam penganganan Covid-19 selama ini.

“Dalam kesempatan ini saya selaku Kapolri mengucapkan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya pada seluruh personel Polri baik di Mabes, Polda, maupun di pulau terjauh, terpencil yang telah melaksanakan seluruh kerja kerasnya. Keberhasilan penanganan Covid-19 tidak lepas dari kerja keras rekan-rekan semua. Saya ucapkan makasih dan apresiasi setinggi tingginya,” kata Kapolri saat memberikan pengarahan Apel Kasatwil, Jumat (3/12) malam.

Mantan Kapolda Banten ini menilai, kerja keras yang dilakukan seluruh personel Polri dalam menangani pandemi Covid-19 membuahkan optimisme bangkitnya negara untuk bisa keluar dari hantaman Pandemi.

Disamping itu, lanjutnya, dengan laju Covid-19 yang dapat dikendalikan dengan baik maka Indonesia berhasil dan sukses menyelenggarakan sejumlah event nasional seperti PON di Papua, maupun internasional World Superbike di Mandalika, NTB serta
Indonesia Badminton Festival (IBF) di Bali yang sedang berlangsung.

Bahkan, berkat kerja keras bahu membahu tangani Covid-19, Kapolri menekankan, Indonesia dipercaya untuk menyelenggarakan Presidensi G20 dan event MotoGP di Sirkuit Mandalika.

“Karena itu tentunya dalam kesempatan ini saya dorong rekan-rekan terus pertahankan posisi yang diraih berbagai pencapaian dan ucapan apresiasi ke seluruh rekan-rekan ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus pertahankan,” ujar Kapolri.

Masih dalam sambutannya, Kapolri menyinggung transformasi menuju Polri Presisi. Terkait hal itu mantan Kabareskrim ini menekankan bahwa hal itu bisa menjadi upaya untuk menjawab tantangan masyarakat yang mengharapkan Polri lebih baik. Disamping itu, transformasi perubahan adalah sebuah keharusan sebagai organisasi modern.

Dari evaluasi pencapaian transisi menuju Polri Presisi, Kapolri melihat kuantitas capaian sudah cukup bagus. Dimana rata-rata di atas 95 persen. Meski secara kuantitas positif, Ia mengharapkan agar kualitas dari program-program yang dibuat serta inovasi yang dilakukan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Karena jargon salam Presisi tidak hanya berhenti sampai disitu. Tapi gimana kemudian salam Presisi betul-betul dirasakan di hati masyarakat,” ucap Sigit.

Oleh sebab itu, dalam kerangka ini Kapolri meminta agar seluruh jajarannya menghindari tindakan-tindakan kontraproduktif yang berdampak kepada organisasi. Untuk itu, lanjut Kapolri, oknum-oknum yang manfaatkan situasi sehingga mencemari dan menciderai, ia mengingatkan agar mereka menghormati komitmen personel lain yang sudah bekerja dengan baik.

“Artinya secara kuantitas turun, namun hanya beberapa peristiwa pelanggaran yang kemudian diviralkan maka kepercayaan publik ke kita langsung turun,” kata Kapolri.

Kapolri mengingatkan sekali lagi, bahwa transformasi perubahan mutlak harus dilakukan dan menjadi arus pikir bersama seluruh personel. Pasalnya, kata dia, Polri sebagai organisasi besar harus menyesuaikan dengan kondisi dan keadaan ditengah perkembangan zaman.

Lantas Kapolri mengurai, setiap personel Polri wajib memiliki tiga kompetensi didalamnya, yakni kompetensi teknis, hal ini terkait dengan profesionalisme. Kompetensi leadership yang mumpuni saat memimpin dari satuan terkecil hingga terbesar dan kompetensi etika.

Kapolri tak cukup khawatir dengan dua kompetensi yang ia anggap telah dimiliki seluruh personel. Namun ia menitik beratkan kompetensi etika, yakni bagaimana mengubah kultur budaya organisasi dalam benaknya.

“Yang paling sulit kompetensi etika inilah yang tentunya akan mereka kultur dan budaya organisasi gimana kita tanamkan nilai baik untuk dibiasakan sehingga itu menjadi perilaku keseharian itu menjadi suatu modal keutamaan tanpa kita sadar kalau ini bisa kita lakukan maka risiko untuk lakukan pelanggaran akan berkurang,” papar Kapolri.

Kapolri sangat yakin, jika dapat mengubah kultur budaya organisasi maka bisa dipastikan Polri akan sangat betul-betul dicintai dan sangat dekat dengan masyarakat.

“Ini adalah hal yang mungkin paling sulit karena memang gimana kita harus mampu mengubah dari zona nyaman namun disisi lain ini harus kita lakukan. Apabila kita ingin organisasi kita jadi baik, apabila kita ingin anggota kita baik, tanamkan budaya untuk berbuat baik. Ini harus dilakukan berulang-ulang,” ujar Kapolri.

Selanjutnya, manajemen metode yang dimana transformasi Polri Presisi untuk mengedepankan pola Pemolisian Prediktif guna mencegah dan menyelesaikan segala permasalahan sosial dan kejahatan di masyarakat. Hal itu juga mengatur soal tugas dengan melakukan pendekatan Pre-emtif, Preventif dan Represif.

“Kedepan tentunya kita juga menginginkan Polri dapat memanfaatkan teknologi informasi yang dapat terkoneksi dengan satu kesatuan big data, contohnya yang dimiliki Kemenkes untuk aplikasi PeduliLindungi. Ini tentunya menjadi sangat baik apabila kita dapat mengelola semua data menjadi satu antara kementerian/lembaga. Sehingga peristiwa di suatu tempat dapat kita baca dan kita lakukan upaya Pre-emtif dan Preventif sebelum kejahatan terjadi. Ini merupakan cita-cita dan harapan kedepan,” kata Kapolri.

Selanjutnya soal manajemen sarana dan prasarana. Dalam hal ini, jajaran Polri diminta untuk terus menyesuaikan lingkungan strategis yang akan dihadapi kedepannya. Dalam hal ini, tentunya harus dipastikan seluruh kebutuhan pelaksanaan tugas disiapkan guna menghadapi tantangan tugas kedepannya.

Dan keempat adalah manajemen anggaran. Untuk hal ini, Kapolri meminta untuk terus mempertahankan tren positif yang ada dengan cara terus melaksanakan tugas dengan baik dan mempertanggungjawabkan kepercayaan yang telah diberikan oleh negara terhadap Polri.

Masih dalam pengarahannya, Kapolri juga menyinggung soal jiwa kepemimpinan yang harus bisa menjadi teladan bagi seluruh anggotanya. Sehingga, transformasi pengawasan harus terus dilaksanakan kedepannya. Karena itu para Kasatwil, kata Kapolri, harus mau turun ke bawah untuk mengetahui permasalahan dan kesulitan apa yang dihadapi oleh jajarannya.

“Sehingga pada saat kita ambil keputusan atau memberikan perintah, akhirnya perintah tersebut benar. Jadi sangat penting bagaimana saat situasi sulit kita turun ke lapangan. Kemudian kita ambil langkah untuk ambil alih terhadap permasalahan yang ada. Ini menjadi penting,” ujar Kapolri.

Tak hanya itu, menurut Kapolri, pemimpin harus mampu memberikan pemahaman terhadap anggota untuk membiasakan berbuat baik mulai dari hal terkecil. Dengan membiasakan berperilaku positif, hal tersebut akan selalu tertanam dalam mindset sehari-hari. Tentunya itu memiliki dampak untuk perseorangan maupun organisasi.

“Kita tentunya harus kita biasakan lakukan hal-hal yang sifatnya berbuat baik. Mulai dari hal kecil saja, seperti misalnya kegiatan menyeberangkan anak-anak kecil, orng tua, dorong mobil. Hal kecil seperti itu,” tutup Kapolri.

 

Edt: Ardi

 1,967 total views,  308 views today

3 Kakak Beradik Hanyut di Sungai Kampar Desa Terantang, Tim Gabungan Masih Lakukan Pencarian

 

Sumber:Kasi Humas Polresta Kampar

 

Riau, Media Cyberone.com        Tambang,- Peristiwa miris kembali terjadi di wilayah Kampar, tiga kakak beradik hanyut terseret arus Sungai Kampar, pada Jumat siang (03/12/2021) di wilayah Desa Terantang Kecamatan Tambang, Kampar.

Ketiga korban hanyut ini adalah Wulan (Pr 20), Naila (Pr 5) dan Yusuf (Lk 3), ketiganya adalah anak kandung dari pasangan suami istri Edi Sukamto (50) dan Yelpi (50) warga Perumahan Permata Asri Dusun V  Desa Kualu Kecamatan Tambang.

Sejak siang tadi Tim Gabungan dari Basarnas Riau, Samapta Polres Kampar dan BPBD Kampar dibantu warga masyarakat, melakukan pencarian terhadap korban dengan cara menyisir aliran sungai disekitar lokasi korban tenggelam, namun hingga sore jelang malam ini korban masih belum ditemukan.

Berdasarkan keterangan dari Kapolsek Tambang IPTU Mardani Tohenes MH, peristiwa ini berawal pada Jumat (03/12/2021) sekira pukul 09.00 wib, saat itu Edi Sukamto (ayah korban) bersama Yelpi (ibu korban) mengajakd ketiga anaknya (korban) pergi memancing di Sungai Kampar wilayah Desa Terantang Kecamatan Tambang.

Sesampai dilokasi Edi Sukamto langsung memancing, sedangkan istrinya Yelpi dan 3 orang anaknya mandi dipinggiran sungai.

Sekira pukul 11.30 wib sewaktu Edi Sukamto sedang memancing ikan, tiba-tiba ketiga korban terseret arus. Saat itu ibunya Yelpi berusaha menarik korban namun tidak bisa dan akhirnya ketiga korban hanyut dan tenggelam terseret arus sungai.

Ayah korban sdr. Edi Sukamto juga berupaya mencari korban dengan terjun langsung ke dalam sungai, namun korban tidak ditemukan. Kejadian ini kemudian diberitahukan kepada warga setempat dan juga pihak Kepolisian dari Polsek Tambang, yang kemudian datang kelokasi untuk ikut mencari korban.

Sekira pukul 12.00 wib, Kapolsek Tambang bersama Kanit Reskrim, Kanit Intel, Piket SPK dan Bhabinkamtibmas Desa Terantang langsung menuju tempat kejadian.

Sekira pukul 15.00 Wib, Tim Basarnas Provinsi Riau, yang dipimpin oleh Dudi Sonata tiba ke lokasi dan langsung melakukan pencarian dengan dibantu masyarakat sekitar, dengan cara menyisir diseputaran aliran Sungai Kampar mengunakan Boat dan Sampan/ Perahu.

Lalu sekira pukul 16.30 wib, Tim Samapta Polres Kampar tiba di lokasi dan langsung bergabung melakukan pencarian terhadap korban. Lalu sekira pukul 17.30 wib, Tim TAGANA menyusul tiba dilokasi dan langsung turun membantu mencari korban.

Sampai saat ini, Kapolsek Tambang masih di tempat kejadian untuk mengawasi dan mendampingi Tim Basarnas, Tim Samapta Polres Kampar dan Tim Tagana yang masih melakukan pencarian korban.

Hingga menjelang malam ini korban masih belum ditemukan dan Kapolsek bersama tim gabungan saat berita dibuat masih berada dilokasi.

Kapolsek Tambang IPTU Mardani Tohenes MH saat dikonfirmasi sore tadi membenarkan kejadian tersebut, disampaikan bahwa tim gabungan dibantu warga tengah berupaya mencari korban, semoga ketiga korban segera ditemukan, ungkapnya.

Redt: Ardi

 3,844 total views,  616 views today

Tim Gabungan Polsek Kampar Kiri Hilir dan Polsek Perhentian Raja Ungkap Kasus Pembalakan Liar

sumber:Kasi Humas Polresta Kampar

Riau, Media Cyberone.com                  KAMPAR – Unit Reskrim Polsek Kampar Kiri Hilir bekerjasama dengan Unit Reskrim Polsek Perhentian Raja, ungkap kasus pembalakan liar (illegal logging) dikawasan hutan Desa Penghidupan Kecamatan Kampar Kiri Tengah.

Dua orang pelaku diamankan Tim gabungan ini saat keduanya tengah mengangkut kayu hasil penebangan liar menggunakan truk colt diesel, di jalan lintas Pekanbaru – Kuansing wilayah Desa Sungai Pagar Kecamatan Kampar Kiri Hilir.

Kedua pelaku illog yang diamankan Aparat Kepolisian ini adalah MK alias M (42) dan RS alias R (52), mereka adalah warga Desa Penghidupan Kecamatan Kampar Kiri Tengah Kabupaten Kampar.

Tersangka MK berperan sebagai sopir dalam mengangkut dan menguasai, serta memiliki hasil hutan yang tidak memiliki dokumen yang sah.

Sementara peran tersangka RS adalah diupah atau dibayar untuk mengawal dan mem-backup supir dalam mengoperasionalkan truck, selama perjalanan sampai kepada pembeli, agar tidak mengalami hambatan dalam mengangkut dan menguasai serta memiliki hasil hutan yang tidak memiliki dokumen yang sah.

Bersama pelaku juga diamankan barang bukti 1 unit Truk Colt Diesel Nopol BM-9751-TC dan 44 tual kayu bulat / balok tim jenis rimba campuran, sebuah tali sling warna putih dan 1 unit Mobil Ayla warna putih Nopol BM-1943-ZV.

Pengungkapan kasus ini berawal pada Senin sore (29/11/2021), saat itu Jajaran Polsek Kampar Kiri Hilir mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada aktifitas pembalakan liar / illegal logging di kawasan hutan Desa Penghidupan Kec. Kampar kiri tengah, dimana kayu hasil pembalakan liar tersebut diangkut melalui Jalan Raya wilayah Desa Sungai Pagar.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Opsnal Polsek Kampar Kiri Hilir kemudian melakukan penyelidikan ke daerah yang dimaksud bersama dengan Tim Opsnal Polsek Perhentian Raja.

Sekira pukul 23.30 wib, Tim Gabungan dua Polsek ini berhasil mengamankan 1 unit truk colt diesel warna kuning BM-9751-TC bermuatan 44 tual kayu bulat / balok tim jenis rimba campuran, saat melintas di Jalan Raya Sungai Pagar wilayah Desa Penghidupan Kecamatan Kampar Kiri Tengah.

Saat diinterogasi petugas, kedua pelaku tidak bisa menunjukkan dokumen atau surat terkait kayu yang diangkut atau dibawa, mereka mengatakan bahwa kayu tersebut berasal dari Desa Penghidupan. Selanjutnya kedua tersangka dan barang bukti dibawa ke Polsek Kampar Kiri Hilir untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pagi harinya sekira pukul 09.30 wib, Unit Reskrim Polsek Kampar Kampar Kiri Hilir dan Polsek Perhentian Raja mengecek lokasi asal kayu (lacak balak) bekas tebangan yang diduga didalam kawasan hutan.

Diketahui pada TKP penebangan
terdapat bekas tebangan dan bekas gergajian kayu dengan titik koordinat 0°08’28.02″ N, 101°19’06.62″ E, 0°08’26.04″ N, 101°19’05.20″ E. Setelah dilakukan koordinasi dengan unit Tipidter Polres Kampar dan ahli BPKH wilayah XIX Riau, bahwa TKP penebangan berada di kawasan hutan Desa Penghidupan Kecamatan Kampar Kiri Tengah Kab. Kampar.

Saat dikonfirmasi kepada Kanit Reskrim Polsek Kampar Kiri Hilir terkait hal ini, beliau membenarkan penangkapan kedua pelaku Illegal Logging ini dan mengatakan bahwa kedua tersangka dan barang bukti telah diamankan di Polsek Kampar Kiri Hilir untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Para pelaku akan dijerat dengan Pasal 82 ayat (1) huruf c Junto Pasal 83 ayat (1) huruf b Junto Pasal 12 huruf c, d dan e Undang-undang RI Nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan Junto Pasal 55 KUH Pidana, jelasnya.

 

Redt: Ardi

 5,373 total views,  566 views today

Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Kampar Tangkap Pengedar Shabu di Desa Sukaramai Tapung Hulu

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber:Kasi Hmas Polresta Kampar

Riau, Media Cyberone.com              TAPUNG HULU – Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Kampar kembali mengungkap peredaran narkoba di wilayah Tapung Hulu, kali ini seorang tersangka pengedar narkotika jenis shabu diciduk Tim yang berjuluk “Ojo Loyo” ini di Dusun III di Handayani Desa Sukaramai, pada Selasa malam (30/11/2021).

Pelaku narkoba yang diamankan Aparat Kepolisian ini adalah MP alias AT (45) warga Desa Sukaramai Kecamatan Tapung Hulu, Kampar.

Dari pelaku didapati barang bukti 3 paket narkotika jenis shabu terbungkus plastik klip bening seberat 1,16 Gram, 1 Unit Hp Merk Nokia warna Biru, 5 lembar plastik klip dan uang tunai sebesar Rp 150 ribu dari hasil penjualan shabu.

Pengungkapan kasus ini berawal pada Selasa (30/11/2021) sekira pukul 19.30 Wib, saat itu Tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Kampar yang dipimpin oleh KBO Satresnarkoba IPDA Edi Candra SH tengah melakukan penyelidikan, terkait maraknya penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis shabu di wilayah Dusun III Handayani Desa Suka Ramai, Tapung Hulu.

Dari hasil penyelidikan, Tim mengamankan seorang yang dicurigai sebagai pelaku narkoba yaitu MP alias AT, selanjutnya didampingi aparat desa setempat dilakukan penggeledahan dan ditemukan 3 paket narkotika jenis shabu terbungkus plastik klip bening pada kantong celana pelaku.

Saat diinterogasi, tersangka MP mengakui bahwa narkotika tersebut adalah miliknya yang didapat dari temannya inisial DL (Dalam Lidik), selanjutnya tersangka dan barang bukti dibawa ke Polres Kampar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kasatres Narkoba AKP Daren Maysar SH saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan pelaku narkoba ini, disampaikan bahwa dari hasil pengecekan urine tersangka hasilnya positif Methamphetamine.

Kini tersangka dan barang bukti telah diamankan di Mapolres Kampar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, pelaku akan dijerat dengan pasal 114 ayat (1) junto pasal 112 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman penjara paling singkat selama 5 tahun, jelasnya.

 

Redt: Ardi

 5,356 total views,  547 views today

Polri: Rekrutmen Anggota dari Santri hingga Hafiz Quran Akan Terus Dilakukan

 

Sumber:Bid Hmas Polda Riau

 

Media,Cyberone.com                              Jakrta- Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengatakan, usulan cendekiawan muslim, Ahmad Syafi’i Ma’arif atau Buya Syafi’i yang meminta santri berkualitas direkrut dalam pendidikan Akademi Kepolisian (Akpol) sudah dilakukan. Bahkan sejak 2017, Polri secara konsisten membuka rekrutmen anggota Polri bersumber dari pesantren, hafiz Alquran hingga siswa berprestasi agama lainnya.

“Polri dari tahun 2017 sampai dengan saat ini sudah melaksanakan kegiatan rekrutmen anggota Polri dari Perwira sampai Bintara yang memiliki latar belakang santri, hafiz Quran, juara MTQ dan siswa berprestasi agama lainnya dari berbagai provinsi,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/12/2021).

Dedi menjelaskan, sejak tahun 2017 sudah puluhan santri dari pesantren mengikuti pendidikan baik Bintara maupun Perwira. Adapun rinciannya 44 santri mengikuti pendidikan Bintara dan 47 santri mengikuti pendidikan Perwira.

Selanjutnya, jenderal bintang dua ini mengatakan, Polri juga menerima rekrutmen Bintara tahun 2020/2021 kategori hafiz Alquran sebanyak 55 orang, Musabaqah Qiroatil Kutub (MQK) sebanyak 1 orang dan Musabaqah Mutawatil Quran (MTQ) sebanyak 9 orang.

Dedi menambahkan, Polri juga menerima rekrutmen Bintara Berkomptensi Khusus (Bakomsus) agama dari berbagai provinsi dengan total 77 orang.

“Sesuai kebijakan Kapolri pola rekrutmen tersebut akan terus dilaksanakan oleh Polri,” katanya.

Sebelumnya, Buya Syafii Maarif memberikan usulan kepada Polri. Buya meminta institusi Polri merekrut santri berkualitas untuk bergabung dalam pendidikan Akpol.

Usulan Buya yang berupa video itu diunggah oleh akun Twitter @budhihermanto. Dalam video itu, Buya menilai rekrutmen santri menjadi polisi akan mempermudah menangani radikalisme.

“Saya Ahmad Syafi’i Ma’arif Salah seorang warga negara yang sudah berusia 80-an. Dengan ini berharap kepada pihak kepolisian, terutama Kapolri dan jajarannya, untuk merekrut para santri menjadi Akpol,” kata Buya dikutip dari video tersebut, Selasa (30/11).

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini menilai tidak perlu banyak santri yang dimasukkan ke dalam Akpol. Tapi yang masuk Akpol harus benar-benar berkualitas. Ia menilai hal dapat mempermudah Polri menumpas kelompok radikal.

“Tidak usah banyak-banyak. Tujuannya apa? Untuk mendampingi polisi menghadapi kelompok-kelompok yang menyimpang ini. Kelompok-kelompok yang anti-Pancasila, kelompok-kelompok radikal. Itu kalau polisi mengerti agama, mengerti bahasa mereka, akan lebih mudah,” ucapnya.

Menurutnya, Polri harus proaktif mencari santri yang layak masuk Akpol. “Polisi harus proaktif untuk ini. Dicari betul-betul berkualitas, sama seperti yang lain. Sampai nanti mereka menjadi perwira, tapi mereka mengerti kitab kuning mengerti kitab-kitab agama, seperti yang dipahami kelompok radikal ini,” imbuhnya.

 

Redt:Ardi

 1,661 total views,  24 views today

Dialog Interaktif Poldasu : AKP Sunarman, Curanmor Terjadi Karena Adanya Peluang/Kelalaian Masyarakat



Medan
MediacyberOne
Polda Sumatera Utara

Editor : Erizal 

Dialog Interaktif Halo Polisi Polda Sumatera Utara, Rabu (01/12/2021) sekitar pukul 15.00-16.00 WIB ini, masih tetap daring, bekerjasama dengan RRI di channel 94, 3 FM Pro 1 Medan, dengan hostnya Zidane.

Dialog Interaktif kali ini bersama Polsek Medan Barat , selaku narasumber yakni AKP Sunarman Kanit Intel Polsek Medan Barat, dengan Topik, “Persiapan pengamanan Natal dan Tahun Baru di wilayah Hukum Polsek Medan Barat.”

Narasumber didampingi oleh Humas Polda Sumut PS Kaur Mitra Subbid Penmas Jamaluddin S.Sos dan Baur Subbid Penmas Bid Humas Poldasu Aiptu Widodo.

Dialog Interaktif Halo Polisi kali ini sangat alot, hal itu tercermin dari bertubi-tubi pertanyaan dari para pemirsa maupun dari presenter /host tentang kegiatan Patroli, menyikapi terjadinya Curanmor (pencurian kendaraan bermotor), kendala satuan Sabhara dalam giat patroli, Problem Solving, persiapan giat PAM dalam Natal dan tahun baru (Nataru) dan banyak lagi pertanyaan yang disampaikan.

Menurut Peraturan Kabaharkam Polri No. 4 tahun 2011 tanggal 13 Desember 2011, tentang Patroli yang terdapat dalam pasal 1 (satu) angka 3 (tiga) menjelaskan bahwa : Patroli adalah salah satu kegiatan kepolisian yang dilakukan oleh 2 (dua) orang atau lebih anggota Polri, sebagai usaha mencegah bertemunya niat dan kesempatan dengan
jalan mendatangi, menjelajahi, mengamati/mengawasi/memperhatikan situasi dan
kondisi yang diperkirakan akan menimbulkan segala bentuk pelanggaran dan/atau
tindak pidana, yang menuntut/memerlukan kehadiran Polri untuk melakukan tindakan-
tindakan Kepolisian guna memelihara ketertiban dan menjamin keamanan masyarakat, kata Kanit Intel Polsek Medan Barat dalam memulai menjawab berbagai ragam pertanyaan secara detail dan terinci tentang kegiatan patroli yang dilaksanakan oleh satuan Sabhara, wilayah-wilayah yang dijelajahi tim patroli tentang kerawanan tindak kriminal, mendatangi tempat-tempat penyelenggaraan pengamanan swakarsa seperti pos
keamanan lingkungan, pos satuan pengamanan, dan pos-pos pengamanan lainnya
untuk melakukan tukar menukar informasi, melakukan komunikasi dengan masyarakat untuk menggali informasi, memberikan pengarahan dan pengayoman tentang menjaga harta bendanya, karena pencurian atau curanmor itu terjadi karena adanya kelalaian masyarakat, sehingga menimbulkan peluang terjadinya pencurian, jelas AKP Sunarman.

Kanit Intel Polsek Medan Barat melanjutkan, Bhabinkamtibmas adalah anggota kepolisian yang ditunjuk selaku pembina keamanan dan ketertiban masyarakat. Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan Bhabinkamtibmas adalah terwujudnya situasi Kamtibmas yang mantap dan dinamis dalam rangka mengamankan dan
menyukseskan pembangunan nasional. Sedangkan yang dimaksud dengan Kamtibmas adalah suatu kondisi dinamis masyarakat yang ditandai oleh terjaminnya tertib dan tegaknya hukum, serta terbinanya ketentraman yang mengandung kemampuan membina serta mengembangkan
potensi dan kekuatan masyarakat dalam menangkal, mencegah dan menanggulangi segala bentuk pelanggaran hukum dan bentuk-bentuk gangguan lainnya yang dapat meresahkan masyarakat, yang merupakan salah satu prasyarat terselenggaranya proses pembangunan
nasional.
Bhabinkamtibmas memposisikan diri sebagai mediator atau fasilitator, hal ini terlihat dari penawaran awal yang diberikan kepada para pihak, yakni apakah ingin diproses sesuai
ketentuan hukum atau diselesaikan secara musyawarah demi mencapai kesepakatan yang baik
dan bermanfaat bagi semua pihak. Dalam pelaksanaan Problem Solving ini bertujuan bagaimana kehidupan ditengah masyarakat tercipta “Rukun dan damai, serta toleransi, kemitraan.”

Menjelang Nataru, potensi gangguan nyata berupa aksi teror seperti ancaman, telepon gelap, teror bom hingga peledakan bom,
terutama di tempat ibadah, pusat keramaian, dan proyek atau objek vital serta
tempat-tempat penting lainnya. Permasalahan yang berlatar belakang SARA seperti intoleransi, perselisihan,
perusakan, pembakaran rumah tinggal yang dijadikan tempat ibadah, masalah kemacetan dan pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas yang dapat mengakibatkan korban, baik kerugian harta benda maupun jiwa, pelanggaran ketertiban umum dan kejahatan yang bersifat konvensional seperti,
mabuk–mabukan, membuat gaduh, perkelahian antarkelompok pemuda, perkelahian
antarkampung, pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan senjata api,
pemerasan, perjudian dan penganiayaan, pelanggaran Protokol Kesehatan Covid-19 dan terjadinya kerumunan di tempat umum yang beresiko tinggi terjadinya pandemi/terpaparnya Covid-19, ucap narasumber.

Polsek Medan Barat melaksanakan rapat koordinasi dengan pengurus Gereja wilayah Kecamatan Medan Barat yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Medan Barat, melaksankan survei jalan untuk mengetahui perkiraan volume arus lalu lintas, variasi
arus lalu lintas antar kota dan mobilitas manusia/barang serta kesiapan dan kelaikan
jalur jalan yang akan dilalui para pemudik (arus mudik/balik) maupun penyiapan jalan
alternative, menyiapkan, menginventarisir dan menyusun data awal operasi, melakukan survei terhadap tempat-tempat yang akan menjadi pemusatan kegiatan
masyarakat dalam perayaan Natal dan Tahun Baru, melaksanakan kegiatan penerangan dan penyuluhan guna memberi himbauan kepada masyarakat dalam bentuk pemasangan spanduk dan papan himbauan serta ekspos ke media
massa baik cetak dan elektronik serta media sosial, melaksanakan koordinasi antar fungsi kepolisian dan lintas sektoral dalam upaya mendapat
dukungan sesuai dengan tugas, fungsi dan perannya masing-masing, tutup AKP Sunarman Kanit Intel Polsek Medan Barat.

Situasi Dialog Interaktif Halo Polisi ini berjalan tertib dan lancar sesuai Protokol Kesehatan.

 1,146 total views

Tim Gabungan Polsek Kampar Kiri Hilir dan Polsek Perhentian Raja Ungkap Kasus Pembalakan Liar

Sumber:Kasi Humas Polresta Kampar

Riau, Media Cyberone.com          KAMPAR – Unit Reskrim Polsek Kampar Kiri Hilir bekerjasama dengan Unit Reskrim Polsek Perhentian Raja, ungkap kasus pembalakan liar (illegal logging) dikawasan hutan Desa Penghidupan Kecamatan Kampar Kiri Tengah.

Dua orang pelaku diamankan Tim gabungan ini saat keduanya tengah mengangkut kayu hasil penebangan liar menggunakan truk colt diesel, di jalan lintas Pekanbaru – Kuansing wilayah Desa Sungai Pagar Kecamatan Kampar Kiri Hilir.

Kedua pelaku illog yang diamankan Aparat Kepolisian ini adalah MK alias M (42) dan RS alias R (52), mereka adalah warga Desa Penghidupan Kecamatan Kampar Kiri Tengah Kabupaten Kampar.

Tersangka MK berperan sebagai sopir dalam mengangkut dan menguasai, serta memiliki hasil hutan yang tidak memiliki dokumen yang sah.

Sementara peran tersangka RS adalah diupah atau dibayar untuk mengawal dan mem-backup supir dalam mengoperasionalkan truck, selama perjalanan sampai kepada pembeli, agar tidak mengalami hambatan dalam mengangkut dan menguasai serta memiliki hasil hutan yang tidak memiliki dokumen yang sah.

Bersama pelaku juga diamankan barang bukti 1 unit Truk Colt Diesel Nopol BM-9751-TC dan 44 tual kayu bulat / balok tim jenis rimba campuran, sebuah tali sling warna putih dan 1 unit Mobil Ayla warna putih Nopol BM-1943-ZV.

Pengungkapan kasus ini berawal pada Senin sore (29/11/2021), saat itu Jajaran Polsek Kampar Kiri Hilir mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada aktifitas pembalakan liar / illegal logging di kawasan hutan Desa Penghidupan Kec. Kampar kiri tengah, dimana kayu hasil pembalakan liar tersebut diangkut melalui Jalan Raya wilayah Desa Sungai Pagar.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Opsnal Polsek Kampar Kiri Hilir kemudian melakukan penyelidikan ke daerah yang dimaksud bersama dengan Tim Opsnal Polsek Perhentian Raja.

Sekira pukul 23.30 wib, Tim Gabungan dua Polsek ini berhasil mengamankan 1 unit truk colt diesel warna kuning BM-9751-TC bermuatan 44 tual kayu bulat / balok tim jenis rimba campuran, saat melintas di Jalan Raya Sungai Pagar wilayah Desa Penghidupan Kecamatan Kampar Kiri Tengah.

Saat diinterogasi petugas, kedua pelaku tidak bisa menunjukkan dokumen atau surat terkait kayu yang diangkut atau dibawa, mereka mengatakan bahwa kayu tersebut berasal dari Desa Penghidupan. Selanjutnya kedua tersangka dan barang bukti dibawa ke Polsek Kampar Kiri Hilir untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pagi harinya sekira pukul 09.30 wib, Unit Reskrim Polsek Kampar Kampar Kiri Hilir dan Polsek Perhentian Raja mengecek lokasi asal kayu (lacak balak) bekas tebangan yang diduga didalam kawasan hutan.

Diketahui pada TKP penebangan
terdapat bekas tebangan dan bekas gergajian kayu dengan titik koordinat 0°08’28.02″ N, 101°19’06.62″ E, 0°08’26.04″ N, 101°19’05.20″ E. Setelah dilakukan koordinasi dengan unit Tipidter Polres Kampar dan ahli BPKH wilayah XIX Riau, bahwa TKP penebangan berada di kawasan hutan Desa Penghidupan Kecamatan Kampar Kiri Tengah Kab. Kampar.

Saat dikonfirmasi kepada Kanit Reskrim Polsek Kampar Kiri Hilir terkait hal ini, beliau membenarkan penangkapan kedua pelaku Illegal Logging ini dan mengatakan bahwa kedua tersangka dan barang bukti telah diamankan di Polsek Kampar Kiri Hilir untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Para pelaku akan dijerat dengan Pasal 82 ayat (1) huruf c Junto Pasal 83 ayat (1) huruf b Junto Pasal 12 huruf c, d dan e Undang-undang RI Nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan Junto Pasal 55 KUH Pidana, jelasnya.

 

Redt:Ardi Cyber

 4,543 total views,  24 views today

1 2 3 88