Diduga Hasil VeR Korban Dari Kekerasan Meragukan

Diduga Hasil VeR Korban Dari Kekerasan Meragukan, LBH Menang Jagad Somasi RSUD Ryacudu Kotabumi.

Lampung Utara – Media Cyberone.com
Terkait dengan adanya dugaan pemukulan terhadap Zulkifli wartawan Haluan Lampung Grup yang juga salah satu anggota Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia DPC-AWPI Lampung Utara,yang terjadi di beberapa pekan lalu masih dalam tahap penyelidikan pihak Aparat Penegak Hukum Polres Lampung Utara.Dengan Nomor : LP / 1547/ B/XI/2021/POLDA LAMPUNG/ SPK RES LU Tanggal 2 November 2021.

Berkenaan dengan permasalahan di maksud Kuasa Hukum Zulkifli,LBH Menang Jagad,Karzuli Ali,SH.,memberikan surat klarifikasi ke pihak RSUD Ryacudu Kotabumi sebagai tindak lanjut dari hasil visum
(VeR).

” Untuk menindaklanjuti hasil Visum (VeR) yang telah di minta oleh pihak penyidik Polres Lampung Utara,” Ungkap Karzuli.Jum’at,19/11/2021.

Selanjutnya Karzuli mengatakan bahwa dirinya sangat amat menyayangkan dari hasil Visum (VeR) yang di keluarkan oleh dokter RSUD Ryacudu Kotabumi.Lalu, ia menduga dari hasil VeR yang sudah di berikan dokter RSUD Ryacudu Kotabumi menurutnya sebuah kekeliruan dan akan berdampak dan berisiko.

” Kenapa saya katakan demikian,sebab klien kami secara kasat mata dan dari beberapa saksi,telah mengakui benar adanya telah terjadinya dugaan kekerasan.Tapi,mengapa hasil visum atau VeR yang di terangkan dalam points 2 (SP2HP) Res Polres Lampung Utara,Mengatakan bahwa atas hasil Visum tidak menemukan bukti-bukti kekerasan,ini yang menimbulkan banyak pertanyaan kami “. Tegasnya.

Maka, kata Karzuli, kami selaku Kuasa Hukum Zulkifli memberikan surat klarifikasi atas hasil visum (VeR ) tersebut,sebelum kami mengambil langkah hukum sesuai kewenangan kami.

Kemudian Karzuli menambahkan, bahwasanya bila ini bukan satu kekeliruan,maka jelas kami duga visum ( VeR ) yang di maksud merupakan bagian dari ketidak sesuaian Asli tapi Palsu.

Mengingat peranan VeR cukup penting, lanjut Karzuli, maka kejujuran dokter selaku pemberi keterangan amatlah penting dalam upaya penegakan hukum.

” Gambaran secara umum, manipulasi hasil VeR dapat dikategorikan atau di sebut sebagai pemalsuan surat, sebagaimana diatur dalam Pasal 263 ayat (1) (“KUHP”) “. Tutupnya.

 3,832 total views,  2 views today