LSM GMBI Kota Bekasi Akan Ancam Lapor Kemendagri Soal Proses Seleksi Dirus PDAM TP,karena dinilai cacat hukum

Kota Bekasi-28/12/2021,-wartawan Media Cyberone.com,meliput Press konfrence LSM GMBI soal Terkait proses seleksi Direktur Usaha (Dirus) PDAM Tirta Patriot yang dinilai melanggar aturan Permendagri nomer 2 Tahun 2007 terutama di Pasal 5 soal syarat jumlah Direksi.

Kepala Divisi Pengamanan LSM GMBI mengungkapkan bahwa Kota Bekasi Mandor Baya ini,saat ditemui media pada Selasa (28/12/2021). Menurutnya, Pemilihan Dirus PDAM Tirta Patriot adalah terkesan tergesa-gesa dan prematur.


Didalam  Permendagri inilah, ada hal aturannya terutama di Pasal 5 bahwasanya tertulis jumlah Direksi ditentukan dengan jumlah pelanggan PDAM yakni, sebanyak 1 direksi untuk 30 ribu jumlah pelanggan.

Untuk 3 direksi jumlah pelanggan lebih dari 31.000,Sedangkan untuk 4 direksi sebanyak 100.000 lebih pelanggan.

Nah jumlah pelanggan PDAM Tirta Patriot sekarang ini adalah baru 37 ribu pelanggan,”ungkapnya

Oleh sebab itu, Mandor Baya,”mengatakan dengan tegasnya.

Bahwa proses seleksi Dirus PDAM Tirta Patriot tidak syah sesuai hukum yang berlaku dan segera dihentikan.

Dan tidak itu juga LSM GMBI mengancam akan mendatangi Kemendagri guna melaporkan pelanggaran proses seleksi Dirus yang menabrak aturan hukum yang berlaku sesuai permendagri no 2 tahun 2007

Wakil Ketua LSM GMBI Distrik Kota Bekasi,”bapak Delvin Chaniago, juga senada menyatakan bahwa pihak Wali Kota Bekasi harus menghentikan proses seleksi calon Dirus PDAM Tirta Patriot.

Permintaan kami LSM GMBI kepada Wali Kota Bekasi untuk menghentikan proses seleksi calon Dirus, karena Kabupaten dan Kota (pemisahan aset.red) saat ini belum beres.

Lalu kenapa ini harus dipercepat, ada apa ini,dengan nada tegas
ini aneh,”ujar Delvin.


Kemudian Wakil Ketua Bidang Investigasi pun,”Ichsan Tamimi,menyatakan hal yang sama bahwa  dirinya merasa terpanggil dan geram mendorong untuk usut tuntas  anggaran proses seleksi calon Dirus.

Karena hal demikian disinyalir terbukti kebohongan publik dalam proses seleksi nya.

Karena antara pelantikan Dirut dengan Dirus jaraknya sangat berdekatan,ini tentunya menghabiskan banyak anggaran.

Keperluan lainnya masih banyak yang lebih diutamakan selain ini, apalagi target tidak tercapai sesuai data yang di sampaikan media, untuk akuisisinya pun sampai saat ini belum selesai,”tandas pria yang akrab disapa Ami


MCO (567)

Zulfikar singa warakas (media cyberone.Com)

 589 total views,  2 views today