Pelaksanaan Pekerjaan Proyek Rumah Susun (Rusun) Jawa Barat 5 Di Lingkungan Kemensos Kota Bekasi Di Temui Banyak Kejanggalan

Pelaksanaan Pekerjaan Proyek Rumah Susun (Rusun) Jawa Barat 5 Di Lingkungan Kemensos Kota Bekasi Di Temui Banyak Kejanggalan

Kota Bekasi – mediacyberone.com
Kementerian PUPR melalui Direktorat Jendral Perumahan, Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Jawa II dengan Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Barat,mengadakan proyek pembangunan rumah susun (Rusun) Jawa barat 5 yang berlokasi di lingkungan kementerian sosial kota bekasi dan beralamat di Jl.H.Djoyo Martono no.43 Margahayu Bekasi Timur Kota Bekasi.

Dengan mengantongi Surat Perintah Kerja (SPK) dengan nomor : 701/SPK/RSNMBR-21-05-JBR/2021, PT Eneste selaku konsultan perencana, PT Adhikara Mitracipta selaku Konsultan Pengawas serta PT Laris Trio Bersaudara Selaku Kontraktor Pelaksana yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan konstruksi rumah susun (Rusun) Jawa barat 5 dengan jangka waktu 210 hari kalender terhitung sejak tanggal 21 Mei 2021 sampai dengan 16 Desember 2021 serta dengan anggaran yang bersumber dari APBN.

Dari hasil pemantauan awak media, pelaksanaan pekerjaan Rumah Susun (Rusun) tersebut banyak di dapati kejanggalan di lapangan. Kejanggalan itu diantaranya adalah para pekerja proyek Rusun Jawa barat 5 yang sedang beraktivitas terpantau tidak memenuhi standar K3 dan standar covid19,tidak terpantaunya konsultan dari pihak PUPR,nilai pagu anggaran tidak tercantum pada papan nama, progres di papan nama tidak sesuai dengan keadaan di lapangan, direksikit kumuh tidak layak bahkan terminal sampah pun terpantau tidak tersedia di lokasi proyek tersebut.

Para awak media mencoba melakukan konfirmasi kepada salah satu pihak terkait, namun hal itu tidak terlaksana lantaran pihak yang di maksud dalam hal ini adalah pihak kontraktor pelaksana tidak ada di lokasi proyek tersebut .

Kemudian pada hari berikutnya dengan melalui salah seorang yang bertanggung jawab di lokasi proyek Rusun itu, para awak media mencoba kembali untuk melakukan agenda ketemuan di lokasi dengan pihak terkait dengan agenda yang sama yaitu untuk melakukan konfirmasi terkait adanya kejanggalan pada pelaksanaan pekerjaan proyek Rusun tersebut. Namun pada hari yang sudah di sepakati,salah seorang yang di maksud mengatakan bahwa kontraktor pelaksana tidak datang ke lokasi.

Padahal sangat jelas, bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan Anggaran Negara harusnya di informasikan secara transparan kepada masyarakat agar transparansi tetap terjaga hingga sejalan dengan undang-undang keterbukaan informasi publik (KIP).

Hingga berita ini di terbitkan, para awak media masih belum mendapatkan tanggapan dari pihak pihak yang terkait dalam pelaksanaan pekerjaan proyek rumah susun (Rusun) Jawa barat 5 tersebut.Senin (27/12/2021).


MCO ( MNR/567)


 5,648 total views,  4 views today