Pedagang Pasar Kranji Baru Menjerit Dampak Revitalisasi

BEKASI.MEDIACYBERONE.COM – Revitalisasi Pasar Kranji Baru, suatu proses dan)f atau pembuatan untuk menghidupkan kembali suatu hal yang sebenarnya terberdaya sebagai sektor sumber perekonomian rakyat dipasar tersebut mulai diremajakan Pembangunan Gedung Baru, yang mengingatkan gedung pasar yang lama sudah diduga tidak layak lagi,Maka Pemerintah Kota Bekasi melakukan program pembangunan pasar itu, melalui sistem Build Operate Tranfer (BOT) atau Bangun Guna Serah yang dilaksanakan dengan cara kerjasama antara Pemerintah Kota Bekasi dan Pihak Swasta yaitu PT. Anisa Bintang Blitar (ABB) dengan adanya kegiatan tersebut juga banyak menuai protes dari para pedagang yang merasa keberatan , sebab dibarengi situasi dan kondisi Pandemi covid berkepanjangan, sangat mempengaruhi keburukan ekonomi para pedagang pasar tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dilapangan ada dugaan keluhan beberapa pedagang akibat relokasi ke tempat penampungan sementara dikarenakan ada kegiatan revitalisasi pasar kranji yang diduga sangat memberat biayanya dalam situasi covid pandemi ini.

Salah satu pengurus Perkumpulan Pedagang Pasar Kranji Baru ( P3kb ), Nur Elita, menyampaikan hal itu karena sebelumnya pengelola PT.Annisa Bintang Blitar ( ABB ) tidak mensosialisasikan kepada para pedagang.

“Belum pernah PT.ABB mensosialisasikan ke pedagang, dia percaya ke RWP sedangkan RWP itu siapa gak ngertilah,” kata, Nur Elita.Senin ( 08/06/2021 ).

Pernyataannya, semua baik urusan ke pemerintah maupun terkait revilitasi adalah Rukun Warga Pedagang (Rwp ).

“Jadi melakukan apapun untuk entah urusan pemerintah atau menghadapi untuk memasuki jalur yang akan direvitalisasi itu dilakukan sepihak dimulai dari pungutan-pungutan RWP yang melakukan, kalau PT.ABB belum pernah mensosialisasikan,” terangnya.

Menurutnya, selama itu pedagang selalu diam, maka seharusnya pihak dinas sebagai penengah untuk memfasilitasi para pedagang dengan PT atau pengembang meskipun hal itu pernah sekali dilakukan.

Ia berkata, oleh sebab itu para pedagang membuat persatuan dengan berbadan hukum yang bernama P3KB itu.

Selanjutnya, bahwa semua mengenai tentang keberatan-keberatan para pedagang melalui P3KB sudah disampaikan kepada Gubenur Jawa barat , Mentri Perdagangan, Mendagri, Komnas Ham RI, obusman hingga kepada presiden Republik Indonesia.

Beberapa pedagang yang enggan menyebutkan namanya menyampaikan keluhan atas biaya pembuatan rolling door atau pun pemasangan lantai kramik dikarenakan hal itu belum di sosialisasikan sebelumnya.

“Tapi bagaimana lagi, karena agar dapat berdagang dapur bisa ngebul.meskipun dipaksain yang penting rapih tempat usaha,”ucapnya dengan muka kecewa.

Selain itu menurutnya, pembayaran retribusi apapun agar kembali dibuat dalam bentuk karcis.

Dilokasi yang sama Kepala Pasar Kranji, Martono, menyampaikan bahwa dirinya tidak terlalu memahami dengan situasi itu di karenakan belum lama menjabat kepala pasar di kranji.

Oleh sebab itu Martono sudah melayangkan surat dengan nomor : 5112/PKB/ 2021 kepada ketua Tim 29 Pasar Kranji untuk menanyakan hasil relokasi para pedagang,” Tegasnya.

Kepala bidang Pasar, Dinas Perdagangan dan Perindustrian ( DIsDagPerin), Endang. Saat dikonfirmasi diruang kerja beberapa pekan lalu. Mengatakan, pedagang yang ada di Unit Pelaksana Teknis Daerah ( Uptd ) Pasar kranji yang akan direlokasi di tempat penampungan sementara ( Tps) karena gedung akan direvitalisasi.

Sesuai Keterangannya, bahwa jumlah pedagang yang ada di UPTD pasar Kranji sekitar 1806 pedagang,” Terangnya kepada para awak media.

Masih.menurut.Endang, bahwa pedagang tersebut sudah di relokasi ke tempat penampungan sementara,”katanya.

Endang Juga. Memastikan setiap pedagang yang mempunyai APTB ( buku bukti sewa lapak ) akan terkoodinir dengan baik untuk mendapatkan tempat berdagang di tempat penampungan sementara ( Tps ) dan nanti setelah revitalisasi gedung, estimasi ada 2000 kios dan terbagi 2 lantai.Lantai 1 untuk lapak basah seperti pedagang sayuran, ikan, daging dan lantai 2 untuk pedagang kering seperti pedagang pakaian, lainnya,”jelasnya

Selanjutnya ia juga. Menyatakan bahwa para pedagang tidak akan dikenakan biaya atas relokasi pedagang ke tempat penampung sementara, “ucapnya.

“Nggak ada biaya, karena itu bagian dari komitmen, pedagang eksis merupakan aset. bagi pengembang meskipun ada pedagang APTB nya habis,” tutur, Endang saat di konfirmasi awak media di ruang kerjannya. Kamis ( 20/05/2021 ).

Menurut. Endang.Mungkin karena pihak pengembang menyamaratakan pembangunan ruko-ruko yang ada di pasar kranji, jadi bagi pedagang yang membutuhkan penambahan pembuatan untuk lainnya di ruko dapat kooordinasi dengan pihak pengembang untuk biaya itu,” Sambungnya.

Endang berkata jika ada jajarannya ada yang melakukan hal penyimpangan prosedur kerja, ia mengarahkan pihak yang dirugikan dapat segera melaporkan ke pihak berwajib,” Tegasnya didepan para awak media.

“Baik itu penipuan atau unsur pidana, korban silahkan laporkan aja, kita enggak ke situ,”kata, Endang.

Ia menegaskan bila ada pungutan biaya di luar tanggung jawabnya karena tidak ada arahan untuk hal itu,” Tandasnya.

Sementara beberapa tim media mendatangi, kantor RWP dan PT. Anisa Bintang Blitar, dan diterima security sebagai tamu, namun Security PT tersebut Mengatakan.kalau kantor RWP tidak disini Pak, memang kadang pengurusnya suka datang kekantor juga, itu setahu saya (Hari-red) dan Kalau Pimpinan tidak ada ditempat, tolong isi buku tamu dulu nanti disampaikan ke pimpinan,” Ucap Hari.

Sampai berita ini turunkan Pihak PT. ABB belum bisa memberikan keterangan kepada para awak media. Tunggu berita selanjutnya.

MCO ( 567 )

 9,055 total views